Friday, June 13, 2014

Supporter Fanatik Ini Rela Di-Waxing Demi Negara

Piala Dunia 2014.
Tanpa seorang supporter, pertandingan sepakbola tidak ada artinya. Supporter telah menjadi penyemangat sebuah tim, yang sedang berlaga di lapangan hijau. Dan terkadang, tingkah mereka berlebihan dengan segala aksesorisnya.

Demikian juga saat ini, di mana perhelatan Piala Dunia sedang berlangsung di Brasil. Banyak supporter yang rela melakukan apapun juga, untuk mendukung negaranya dalam pertandingan sepakbola. Mulai dari membeli aksesoris, hingga mengecat tubuhnya.



Supporter sedang di waxing.
Tapi yang dilakukan salah satu supporter asal Inggris ini cukup menyakitkan, pasalnya, ia melakukan waxing atau mencabut bulu-bulu dalam tubuhnya. Bukan hanya bulu di kaki, melainkan bulu di dadanya.

Waxing ini dilakukan untuk mendukung Inggris selama bertanding di Brasil. Ia berharap negaranya mampu menang dan membawa tropi Piala Dunia yang diidam-idamkan. Bagi Anda yang ingin mendukung timnya dengan waxing, bisa juga, dan pastinya cukup menyakitkan loh...


Photo credit: Mail Online & Berlin Enjoy

Thursday, June 12, 2014

Di India Ikan Mentah Jadi Obat Asma

Pengobatan asma dengan menelan ikan hidup.
Penyakit asma membuat penderitanya sulit untuk bernapas. Penyakit ini merupakan penyakit turunan, sehingga sulit untuk dihilangkan. Namun bagi yang tidak mempunyai asma dalam keluarganya, bukan berarti Anda terbebas dari asma. Polusi juga berperan penting terhadap timbulnya gejala asma.

Banyak sekali metode pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi asma, mulai dari obat hisap, tradisional hingga tablet. Tapi yang dilakukan di India sungguh unik dan aneh, mereka menelan ikan hidup untuk mengobati asma.

Pengobatan ini tidak sembarangan dilakukan, dan hanya satu keluarga yang bisa membuat obat asma ini. Selain itu, waktu pengobatannya pun sangat terbatas, dan hanya dilakukan pada saat hujan di bulan Juni itupun dibuka hanya dua hari pengobatan, dan gratis.



Pasien menelan ikan hidup yang dilumuri pasta kuning.
Berbondong-bondong orang datang ke selatan Hyderabad, dan mereka menunggu obat asma yang terbuat dari ikan hidup dengan dibalut pasta kuning, yang menjadi rahasia pengobatan secara turun temurun.

Keluarga Goud Bathini, yang melakukan pengobatan ini, telah merahasiakan obat herbal tersebut, agar tidak dilakukan oleh sembarangan orang. Dan hanya diturunkan dari generasi ke genarasi sejak tahun 1845.

Pasien akan menelan ikan yang telah dilumuri pasta kuning, lalu membiarkannya bergerak ditenggorokan. Keluarga Bathini mengklaim, pasien akan mudah berbapas setelah mendapatkan obat. Dan mereka juga diperintahkan untuk melakukan diet ketat selama 45 hari, setelah obat ditelan. Agar proses penyembuhan berjalan sempurna.

Ribuan orang yang telah mendapatkan pengobatan ini mengaku, jika metode pengobatan ini sangat manjur. Walaupun kelompok hak asasi manusia dan dokter mengelukan, jika pengobatan ini tidak ilmiah dan tidak higienis.

Sumber

Wednesday, June 11, 2014

Kumaris, Gadis yang Dipuja Sebagai Dewi di Nepal

Seorang Kumaris yang sedang berdiam di kuil.
Sebagian masyarakat dunia masih menyembah Dewa atau Dewi, sebagai simbol spiritual. Dan biasanya mereka menyembah dalam bentuk patung, baik yang terbuat dari batu, logam, hingga kayu.

Tetapi berbeda dengan tradisi yang ada di Nepal. Mereka menyembah Kumaris--dalam bahasa Nepal artinya perawan, yang dipercaya sebagai perwujudan Dewi, yang datang kepada wanita yang masih suci atau atau belum mendapatkan menstruasi.

Bukan hal yang mudah untuk mendapatkan seorang Kumaris, yang akan duduk di kuil-kuil suci, dan orang-orang akan menyembahnya. Setidaknya para gadis ini akan melakukan sebanyak 32 kali tes yang ketat, sebelum mereka dinyatakan sebagai Dewi hidup.



Seorang Kumaris yang sedang belajar di rumah.
Mereka yakin, seorang Kumaris akan melindungi warganya dari kejahatan, dan sekaligus sebagai pelindung bagi mereka yang beragama Buddha dan Hindu.

Kumaris juga akan hidup jauh dari keramaian, dan anak-anak seusianya. Ia akan didandani layaknya Dewi, dengan beragam riasan dan aksesoris di tubuhnya. Ia tidak boleh berjalan di atas tanah, dan ia hanya muncul di luar rumah sebanyak 13 kali dalam satu tahun.



Seorang Kumaris mendapatkan banyak persembahan.
Tetapi setelah mereka menginjak usia pubertas, semuanya berubah untuk seorang Kuamris. Ia akan memasuki ritual 'Gufa' selama 12 hari. Setelah itu, ia akan menjadi manusia biasa dan bisa bermain layaknya anak-anak biasa.

Sumber

Tuesday, June 10, 2014

Cara Unik Pemadam Kebakaran Lamar Kekasih

Jesse Gonzales lamar kekasihnya.
Selalu ada cara yang unik yang dilakukan kekasih saat melamar pujaan hatinya. Seperti yang dilakukan salah seorang pemadam kebakaran di Houston, Jesse Gonzales, yang benar-benar mengejutkan kekasihnya, yang merupakan polisi wanita.

Dengan bantuan dari rekan-rekannya, Jesse melakukan adegan penyelamatan dari rumah yang terbakar, lalu memanggil polisi yang juga kekasihnya untuk bersiap-siap, jika ada kejadian di luar dugaan dan membutuhkan polisi.

Kebakaran tersebut bukan nyata, melainkan simulasi yang dibantu teman-temannya, tentunya tanpa pengetahuan sang kekasih.

Saat Jesse muncul dari garasi yang mengepulkan asap banyak, seolah-olah telah menyelamatkan seseorang, ia datang dengan cincin pertunangan, dan mendekati kekasihnya yang sedang menunggu bantuan.

Polisi wanita bernama Olga Peck tertegun, saat ia menerima lamaran dari kekasihnya tersebut.

"Aku mencintaimu, aku tidak sabar menikah denganmu dan menghabiskan sisa waktu bersamamu," ucap Jesse kepada kekasihnya.

Saat itu juga, ia menerima lamaran tersebut, yang disaksian teman-temannya. Hal ini menjadi kado yang tidak mungkin dilupakan bagi anggota polisi itu. Dan rencananya, mereka akan melangsungkan pernikahan tahun depan.


Sumber

Monday, June 9, 2014

Foto-foto Badai Besar dan Mengerikan Landa New Mexico

Badai besar dan mengerikan.
Gambar dari badai yang cukup besar dan mengerikan, terekam kamera. Badai ini terjadi pada hari Sabtu waktu setempat atau tanggal 7 Juni 2014. Foto-foto yang diambil memperlihatkan betapa besarnya badai tersebut.

Badai di awali di bagian Cuervo, New Mexico, yang menghasilkan gumpalan es yang cukup besar dengan diameter 4 sampai 6 centimeter. Cuervo sendiri memberikan peringatan kepada warganya, dan menghentikan aktivitas di luar rumah.

Menurut Badan Administrasi Kelauatan dan Atmosfer, sebuah awan supercell tidak selalu menjadi badai, tapi fenomena cuaca tersebut sangat berbahaya, karena angin tingkat rendah akan menyapu daratan.

Kecepatan badai ini bisa mencapai 270 kilometer perjam, dan bisa berlangsung selama berjam-jam, serta merusak semua yang ada. Badai ini sering ditemukan di barat dara Amerika dan Amerika Selatan. Sungguh pemandangan yang mengerikan.



Awan mengerikan yang berkecepatan tinggi.
Badai di belakang lalu lintas jalan.
Bongkahan es yang cukup besar.

Sumber

Saturday, June 7, 2014

Sensasi Menginap di Hotel yang Terbuat dari Garam

Palacio del Sal di Uyuni.
Selalu ada cara untuk memikar turis untuk datang ke sebuah tempat, seperti yang dilakukan di Bolivia, salah satu pengembang di sana membangun hotel yang terbuat dari sekitar satu juta blok garam.

Ya garam, yang merupakan bumbu dapur, kini digunakan untuk membangun sebuah hotel yang sangat mewah. Untuk membangun hotel ini, setidaknya dibutuhkan waktu sekitar dua tahun.


Dekorasi kamar hotel yang terbuat dari garam.
Hotel yang bernama Palacio de Sal, dibangun di atas ladang garam terbesar di dunia, Salar de Uyuni, yang berjarak sekitar 25 kilometer dari kota Uyuni di Bolivia barat. Dan telah menjadi hotel terbesar, yang menggunakan bahan dasar garam untuk membangunnya.

Konsep pembangunan hotel ini mirip rumah iglo di daerah kutub, yang menggunakan bongkahan es untuk membangunnya. Di dalamnya terdapat fasilitas yang cukup lengkap, seperti kolam renang, lapangan golf, dan meja-meja makan yang semuanya terbuat dari garam.



Fasilitas di hotel Palacio del Sal.
Hotel ini mampu menampung sekitar 28 orang, dengan 21 kamar. Hotel ini juga mempunyai tarif yang cukup bersaing, yaitu mulai dari Rp1,5 juta per malamnya.


Tempat makan dan berkumpul di hotel Palacio del Sal.
Ide dari penciptaan hotel ini adalah Don Juan Quesada, yang melihat betapa melimpahnya garam di daerah tersebut. Selain digunakan untuk bumbu masak, ia ingin garam-garam di sini memiliki nilai jual lainnya, terutama untuk wisata.

Tapi jika Anda ingin pergi kesana, jangan coba-coba menjilati dindingnya, karena rasanya pasti akan asin sekali.

Sumber

Kenaikan Air Laut Hanyutkan Peti Mati di Kepulauan Marshall

Kepulauan Masrhall.
Perubahan iklim mulai 'memakan' jejak sejarah di Kepulauan Marsall, dan mengancam keberadaan pulau-pulau yang hanya mempunyai tinggi 2 meter di atas permukaan laut.

Di Kepulauan tersebut terdapat kuburan tentara Jepang, yang mati selama Perang Dunia. Dan sebagian peti mati bahkan hanyut terbawa arus pasang. Kenaikan air laut memang sangat terasa di Kepulauan Marshall.

"Ada peti mati yang hanyut. Ini sangat serius. Bahkan orang mati terkena dampaknya," kata Tony de Brum, seorang wartawan di sela-sela pembicaraan perubahan iklim PBB di Jerman.

Ilmuwan telah memperingatkan, pemanasang global telah meningkatkan permukaan air laut duunia sekitar 19 centimeter, dan ini memperparah dampak gelombang badai dan pasang surut. Gletser dan lapisan es juga kini banyak yang mencair, dan kutub bumi mulai menghangat.

Ini merupakan peringatan langsung bagi sekitar 170 negara di dunia, terutama mereka yang mempunyai ketinggian daratan tidak jauh dari permukaan air laut. Air garam bisa merembes ke tanah, masuk ke dalam vegetasi dan merusak tanaman.

Kita juga bisa berperan aktif mengurangi pemanasan globalini, dengan cara memperkecil polusi yang kita hasilkan sehari-hari.


Sumber